Minggu, 16 September 2012

Backpacker to Bali

Ketika liburan kuliah saya bersama teman-teman backpackeran ke bali . awalnya kami hanya iseng – iseng rencana ingin liburan kebali dan akhirnya kami memutuskan liburan ke bali dengan cara backpacker . Singkat cerita akhirnya kami 10 orang pun berangkat setelah memesan tiket kereta dari Jakarta kota .
Hari kamis tepatnya kami akhirnya berangkat juga . Kami mulai dari Stasiun Jakarta kota menunggu kereta api GAYA BARU MALAM ke Surabaya , setelah menunggu beberapa lama akhirnya kereta pun tiba di stasiun kami semua bergegas naik ke kereta api gaya baru malam itu dan tepat pukul 12:00 kereta kami berangkat menuju ke Surabaya . Singkat cerita kami sampai di stasiun Surabaya gubeng pukul 02:40 WIB karena masih amat pagi kami istirahat (tidur,mandi dll) diruang tunggu stasiun sambil menunggu kereta terusan KA SRI TANJUNG menuju stasiun BANYUWANGI BARU yg berangkat dari Surabaya gubeng pukul 14:00 . dipikir pikir lama banget ya nunggu dari jam 2 pagi sampe jam 2 siang ,??? Ga terasa menunggu waktu sudah jam 1 siang berarti sebentar lagi kereta sri tanjung akan tiba dan pada saat jam 2 tepat kereta pun datang dan kami pun segera naik kereta menuju stasiun banyuwangi baru . Pada saat di perjalan kira2 stengah perjalanan kereta kami ditimpuki batu dari luar dan kursi yg di tempati bicar , rafik , aldy , Ervin kacanya kena tepat lemparan batu itu , untungnya Cuma retak saja . singkat cerita kami tiba di stasiun banyuwangi baru pukul 9 malam . Di stasiun banyuwangi baru kami istirahat sebentar foto2 lalu bergegas jalan kaki menu pelabuhan ketapang . kenapa jalan kaki ?? karena pelabuhan ketapang dari st.banyuwangi baru cukup dekat . keluar stasiun langsung ke kanan ga jauh dari stasiun sudah jelas pelabuhan ketapang untuk nyebrang ke pelabuhan gilimanuk (Bali) .
di pelabuhan ketapang kami bertemu backpacker yg ingin menyebrang juga ke bali . kami pun bareng dengan rombongan itu menuju kapal . tiket penyebrangan kapal ferry hanya Rp6000 saja . Penyebrangan dari Pelabuhan ketapang menuju Pelabuhan gilimanuk (BALI) memakan waktu 30-45 menit . kapal kami berangkat dari ketapang kira2 pukul setengah 11 malam dan sampai di gilimanuk jam 11an . oh ya ada tips jika sudah sampai gilimanuk hati2 sama calo2 bus di terminal nya . dari gilimanuk ke denpasar kami naik mini bus dari terminal gilimanuk dengan ongkos 20-30rb pinter pinteran kalian nawarnya ya jangan sampai ketipu calo . singkat cerita sampailah kami di terminal denpasar setelah menempuh perjalanan dari gilimanuk kira2 3jam perjalanan . dari terminal denpasar kami nyarter angkot 12rb/org menuju Gg.poppies 2 yg disana banyak penginapan2 murah . sampailah kami di Gg.Poppies 2 lalu kami muter2 mencari penginapan , hamper nyerah kami muter sana muter sini mencari penginepan tak kunjung dapat , akhirnya ada warga gg.poppies yg baik hati menawarkan kami penginepan yg sangat murah di daerah situ , kami pun ketemu dengan pemilik penginapan dia mengasih harga 120rb/kamar untuk kapasitas 2 orang dan 150rb/kamar untuk kapasitas 3orang.
Biaya Transportasi :
tiket kereta api :
“
KA . Gaya Baru Malam” ekonomi :
dari Jakarta Kota (12.00 WIB) – Surabaya Gubeng (03.30 WIB) = Rp33000
dari Surabaya Gubeng (02:00WIB) – Jakarta Kota (07:30WIB) = Rp33000
“KA Sri Tanjung” ekonomi :
Surabaya Gubeng (13:50 WIB) – Banyuwangi Baru (21:08 WIB) = Rp30000
Banyuwangi Baru (06:00 WIB) – Surabaya Gubeng (13:00 WIB) = Rp30000
penyebrangan kapal ferry dari ketapang – gilimanuk Rp6000
Bus tanggung menuju denpasar 20-30rb
Sewa angkot dari denpasar menuju Gg.Poppies 10-20rb (kalu rombongan harus berani nawar)
biaya penginepan untuk 10 orang 270rb/orang (6hari 5malam)
Sewa mobil APV 400rb (2hari) kalau sehari bisa kena 300rb
demikian pengalam saya backpacker ke bali bagi yg ingin tanya2 silahkan komentar saja
terimakasih
Demikian pengalaman saya backpacker ke bali

Senin, 19 Maret 2012

Tugas Softskill (tempat wisata)

GUNUNG GEDE PANGRANGO (jawa barat)

Tepatnya liburan semester 1 lalu saya dan beberapa teman saya refreshing ke gunung gede pangrango jawa barat untuk menikmati curug yang berada didalamnya. saya beserta teman-teman berangkat pukul 09.30 WIB dari kosan yang letaknya di belakang kampus daerah kelapa 2. Kami jalan melewati rute jalan raya bogor , jalan alternativ puncak
(sentul) , lalu tembus ke gadok dan naik ke atas puncak pas. sesampainya di puncak (masjid at'taun) kebetulan turun hujan yang cukup lebat sehingga kami berteduh dan beristirahat di salah satu warung pinggir jalan yang banyak terdapat di kawasan puncak hingga hujan reda dan langsung ketempat sasaran yaitu gunung gede pangrango.

singkat cerita kami semua sudah berada di pintu pos gunung gede pangrango. kami lapor pada petugas setempat untuk mendaki gunung dan melihat curug yang ada di dalamnya. petugas itu pun lalu mendata kami satu persatu. setelah didata saya beserta teman-teman lalu membayar masuk kawasan pangrango dan langsung tancap gas mendaki gunung pangrango. kira-kira 1/4 jalan kami disuguhkan pemandangan yaitu telaga warna. Yang konon bisa berubah warna sebanyak 3x. lalu kami memutuskan untuk beristirahat di pos telaga warna sejenak kira-kira 10 menit. setelah istirahat kami mulai lagi perjalanan keatas, alangkah indahnya ketika sudah 1/2 perjalanan kami dusuguhkan pemandangan yang sangat indah dan udara yang sangat sejuk. tidak lama kami disitu lalu melanjutkan perjalanan lagi. disaat perjalan suara gemuruh air terjun sudah terdengar spontan saya beserta teman-teman smakin bersemangat untuk sampai ke sumber suara tersebut.

singkat cerita kami sampai di curug (air terjun) yang berada di dalam gunung gede pangrango. beapa indahnya air terjun yang mengalir dari atas tebing. tidak buang-buang waktu saya beserta teman-teman langsung mengganti pakaian lalu mendekat ke air terjun untuk menikmati suasana air terjun di gunung gede pangrango. setelah beberapa jam mendaki dari bawah sampai ke curug kami sangat letih, pada saat kami sudah berada di curug spontan rasa letih dan capek kamipun terbayar dengan keindahan air terjun dan pemandangan di sekelilingnya.

TOKOH WAYANG SEMAR

Kyai Lurah Semar Badranaya adalah nama tokoh panakawan paling utama dalam pewayangan Jawa dan Sunda. Tokoh ini dikisahkan sebagai pengasuh sekaligus penasihat para kesatria dalam pementasan kisah-kisah Mahabharata dan Ramayana. Tentu saja nama Semar tidak ditemukan dalam naskah asli kedua wiracarita tersebut yang berbahasa Sanskerta, karena tokoh ini merupakan asli ciptaan pujangga Jawa. Menurut sejarawan Prof. Dr. Slamet Muljana, tokoh Semar pertama kali ditemukan dalam karya sastra zaman Kerajaan Majapahit berjudul Sudamala.Semar dikisahkan sebagai abdi atau hamba tokoh utama cerita tersebut, yaitu Sahadewa dari keluarga Pandawa. Tentu saja peran Semar tidak hanya sebagai pengikut saja, melainkan juga sebagai pelontar humor untuk mencairkan suasana yang tegang.

Silsilah dan Keluarga

Dalam pewayangan dikisahkan, Batara Ismaya sewaktu masih di kahyangan sempat dijodohkan dengan sepupunya yang bernama Dewi Senggani. Dari perkawinan itu lahir sepuluh orang anak, yaitu:

* Batara Wungkuham
* Batara Surya
* Batara Candra
* Batara Tamburu
* Batara Siwah
* Batara Kuwera
* Batara Yamadipati
* Batara Kamajaya
* Batara Mahyanti
* Batari Darmanastiti

Dalam pewayangan Jawa Tengah, Semar selalu disertai oleh anak-anaknya, yaitu Gareng, Petruk, dan Bagong. Namun sesungguhnya ketiganya bukan anak kandung Semar. Gareng adalah putra seorang pendeta yang mengalami kutukan dan terbebas oleh Semar. Petruk adalah putra seorang raja bangsa Gandharwa. Sementara Bagong tercipta dari bayangan Semar berkat sabda sakti Resi Manumanasa.

Dalam pewayangan Sunda, urutan anak-anak Semar adalah Cepot, Dawala, dan Gareng. Sementara itu, dalam pewayangan Jawa Timuran, Semar hanya didampingi satu orang anak saja, bernama Bagong, yang juga memiliki seorang anak bernama Besut.


Bentuk Fisik

Semar memiliki bentuk fisik yang sangat unik, seolah-olah ia merupakan simbol penggambaran jagad raya. Tubuhnya yang bulat merupakan simbol dari bumi, tempat tinggal umat manusia dan makhluk lainnya.

Semar selalu tersenyum, tapi bermata sembab. Penggambaran ini sebagai simbol suka dan duka. Wajahnya tua tapi potongan rambutnya bergaya kuncung seperti anak kecil, sebagai simbol tua dan muda. Ia berkelamin laki-laki, tapi memiliki payudara seperti perempuan, sebagai simbol pria dan wanita. Ia penjelmaan dewa tetapi hidup sebagai rakyat jelata, sebagai simbol atasan dan bawahan.

Hak dan Kewajiban Warga Negara Indonesia

HAK WARGA NEGARA INDONESIA

1. Setiap warga negara berhak mendapat perlindungan hukum
2. Setiap warga negara berhak atas pekerjaan dan kehidupan yang layak
3. Setiap warga negara memiliki kedudukan yang sama dimata hukum dan pemerintah
4. Setiap warga negara berhak untuk memilih dan memeluk dan menjalankan agama yang dipercayainya
5. Setiap warga negara berhak atas pendidikan dan pengajaran
6. Setiap warga negara berhak mempertahankan NKRI dari serangan musuh
7. Setiap warga negara memiliki hak sama dalam kemerdekaan berserikat, berkumpul mengeluarkan pendapat secara lisan dan tulisan sesuai undang-undang yang berlaku




KEWAJIBAN WARGA NEGARA INDONESIA


1. Setiap warga negara memiliki kewajiban untuk berperan serta dalam membela, mempertahankan kedaulatan negara indonesia dari serangan musuh
2. Setiap warga negara wajib membayar pajak dan retribusi yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah (pemda)
3. Setiap warga negara wajib mentaati serta menjunjung tinggi dasar negara, hukum dan pemerintahan tanpa terkecuali, serta dijalankan dengan sebaik-baiknya
4. Setiap warga negara berkewajiban taat, tunduk dan patuh terhadap segala hukum yang berlaku di wilayah negara indonesia
5. Setiap warga negara wajib turut serta dalam pembangunan untuk membangun bangsa agar bangsa kita bisa berkembang dan maju ke arah yang lebih baik

Minggu, 23 Oktober 2011

PELUANG USAHA

PELUANG BISNIS CUCI STEAM MOTOR DAN MOBIL

Peluang bisnis ini sebagai alternative dalam memulai usaha dan dapat juga membuka lapangan kerja baru di rumah . Apalagi apabila memasuki musim hujan para pengguna kendaraan bermotor biasanya malas jika ingin mencuci kendaraannya sendiri . Disini kami mebuka usaha cuci steam sebagai alat bantu konsumen yg malas mencuci dirumahnya sendiri . Apalagi sekarang bisnis cuci steam cukup menjajikan , Dengan beberapa alasan diatas saya yakin ingin membuka peluang usaha ini . Saya tidak perlu khawatirkan akan gagalnya bisnis ini karena saya sudah yakin akan bisnis ini.

KONSUMEN
Konsumen utama dalam bisnis ini adalah para pengendara bermotor baik mobil maupun motor

PERSIAPAN
1. Siapkan tempat yang cukup strategis untuk membuka bisnis ini . jika mungkin rumah saya bisa dijadikan tempat ya kenapa tidak . Jika saya punya dana lebih saya akan buka counter pulsa dan warung kecil-kecilan supaya konsumen tidak jenuh menunggu .
2. Persiapan alat-alat :
• Kompresor beserta selang
• Sabun cuci motor dan mobil dll

Untuk jumlah kopresor tahap awal saya rasa cukup 1 atau 2 . Satu untuk digunakan satu nya lagi untuk cadangan jikalau suatu hari nanti tiba – tiba konsumen membludak baru kompresor dua – duanya digunakan .

3. Persiapan promosi
a. Puaskan pelanggan secara maksimal
b. Jangan segan-segan untuk meminta maaf jikalau terjadi kesalahan
c. Jangan ragu untuk memberikan bonus , seperti cuci 5 kali geratis 1 kali cuci
Apabila cuci steam ini sudah berjalan lancar , saya juga akan mengembangkan usaha yang berhubungan dengan kendaraan bermotor seperti : membuka bengkel dengan menjual jasa service , ganti oli , tambal ban dll .

Jumat, 08 April 2011

DIRECT AND INDIRECT SPEECH

Kalimat Langsung Dan Kalimat Tak Langsung

Bilamana reported speech menyatakan kata-kata yang sebenarnya, ini disebut direct speech (kalimat langsung). Kalimat-kalimat tersebut tidak dihubungkan oleh “that” melainkan harus ditandai dengan (tanda baca) koma.

Bilamana reported speech memberikan isi pokok kata-kata yang dipakai oleh si pembicara dan bukan kata-kata yang sebenarnya ini disebut indirect speech (kalimat tidak langsung). Dalam indirect speech kalimat-kalimat itu dihubungkan dengan kata “that”.

Bentuk waktu reporting verb tidak diubah, akan tetapi bentuk waktu reported speech harus diubah berdasarkan atas bentuk waktu reporting verb.

Dua cara perubahan bentuk waktu pada reported speech :

Peraturan I

Kalau reporting verb itu past tense, bentuk waktu kata kerja dalam reported speech itu harus diubah ke dalam salah satu dari empat bentuk past tense.

Direct Speech - Indirect Speech

Simple present - menjadi - Simple past

He said ” The woman comes “ He said that the woman came

Dari contoh di atas dapat disimpulkan perubahan untuk bentuk waktu dari reported speech sebagai berikut :

Direct Speech Indirect speech

Simple present simple past

Present continuous past continuous

Present perfect past perfect

Present perfect continuous past perfect continuous

Simple past past perfect

Past continuous past perfect continuous

Future past future

Present past


Kekecualian :

Kalau reported speech berhubungan dengan kebenaran umum atau fakta yang sudah menjadi

kebiasaan, present indefinite atau simple present dalam reported speech tidak diubah ke dalam

bentuk lampau yang sesuai, melainkan tetap persis sebagaimana adanmya, contoh :


Direct Speech - Indirect Speech

He said, “The sun rises in the east” - He said that the sun rises in the east


Dalam reported speech, bila present tense diubah ke dalam past tense dengan peraturan I, kata sifat, kata kerja atau kata keterangan umumnya diubah:


Direct Speech Indirect Speech

this = ini that = itu

these = ini those = itu

come = datang go = pergi

here = di sini, ke sini there = di sana, ke sana

hence = dari sini thence = dari sana

hither = ke tempat ini thither = ke tempat itu

ago = yang lalu before = lebih dahulu

now = sekarang then = pada waktu itu

today = hari ini that day = hari itu

tomorrow = besok next day = hari berikutnya

yesterday = kemarin the previous day = sehari sebelumnya

last night = tadi malam the previous night = semalam sebelumnya

next week = minggu depan the following week = minggu berikutnya

thus = begini so = begitu


contoh :

He said, “I will come here”. He said that he would go there


Akan tetapi kalau this, here, now dan sebagainya menunjukan pada benda, tempat atau waktu ketika berbicara, maka tidak dilakukan perubahan.


Agus said, “This is my pen”. - Agus said that this was his pen

(ketika berbicara pena berada di tangan pembicara)


Peraturan II

1) Bila reported speech kalimat berita

Dengan peraturan ini reporting verb dianggap dalam present atau future tense tertentu dan kapan saja ini terjadi, bentuk waktu dari kata kerja dalam reported speech tidak diubah sama sekali dalam mengubah direct menjadi indirect speech.


Reporting verb - Reported speech

Present tense - Any tense (bentuk waktu apapun)


Direct : She says to her friend, ” I have been writing “.

Indirect : She says to her friend that he has been writing. (tidak berubah)


Direct : She has told you, ” I am reading “.

Indirect : She has told you that he is reading. (tidak berubah)


Direct : She will say, ” You have done wrongly “.

Indirect : She will tell you that you have done wrongly. (tidak berubah)


Direct : She will say,” The boy wasn’t lazy “.

Indirect : She will tell them that the boy wasn’t lazy. (tidak berubah)


2) Bila reported speech merupakan kalimat tanya

a) Reporting verb say atau tell diubah menjadi ask atau inquire. Dengan mengulangi kata tanya dan mengubah tenses jika pertanyaannya dimulai dengan kata tanya diberitakan.
Direct

He said to me, “Where are you going?”

He said to me, “What are you doing?”
Indirect

He asked me where I was going

He inquired of me what I was doing


b) Dengan menggunakan if atau whether sebagai penghubung antara reporting verb dan reported speech dan mengubah tenses, jika pertanyaannya dimulai dengan kata kerja diberitakan :


Direct

He said to me, “Are you going

away today?”

He asked me , “can you come along?”
Indirect

He asked me whether I was

going away that day.

He asked me if I could come along.



3) Kalimat perintah (imperative sentences)

Bila reported speech merupakan kalimat perintah, reporting verb say atau tell harus diubah menjadi kata kerja tertentu yang menandakan :

· command (perintah), misalnya ordered, commanded, dsb yang berarti menyuruh, memerintahkan.

· precept (petunjuk, bimbingan, didikan), misalnya advised yang berarti menasehati.

· request (permohonan), misalnya asked yang berarti meminta, memohon.

· entreaty (permohonan yang sangat mendesak), misalnya begged yang berarti meminta, memohon (dengan sangat).

· prohibition (larangan), misalnya forbade yang berarti melarang.


Dalam perubahannya dari kalimat langsung menjadi kalimat tidak langsung, modus imperatif harus diganti dengan infinitif. Tegasnya, reported verb (kata kerja yang diberitakan atau kata kerja dalam reported speech) harus diubah menjadi infinitive with to.


a) Command :

Direct: He said to his servant, “Go away at once!”

Indirect:He ordered his servant to go away at once


b) Precept :

Direct: She said to her son, “Study hard!”

Indirect: He advised her son to study hard


c) Request :

Direct: He said to his friend, “Please lend me your pen!”

Indirect: He asked his friend to be kind enough to lend him his pencil


d) Entreaty :

Direct: He said to his master, “Pardon me, sir”

Indirect: He begged his master to pardon him.


e) Prohibition :

Direct: She said to her daughter, “Don’t go there”

Indirect: She forbade her daughter to go there


Kalau reporting verb say atau tell diubah menjadi reported verb ask, order, command dsb (tapi jika bukan forbid), predikatnya diubah ke dalam infinitive with to yang didahului oleh not atau no + infinitive with to.

Direct: She said to her daughter, “Don’t go there”

Indirect: She asked herdaughter not to go there.


4) Kalimat seru (exclamatory sentences)

Bilamana reported speech terdiri dari kalimat seru atau kalimat optatif, reporting verb say

atau tell harus diubah menjadi kata kerja tertentu yang semacam itu seperti exclaim, cry out,

pray dsb.


a) Exclamatory sentences

Direct: He said, “Hurrah! My old friend has come”

Indirect: He exclaimed with joy that his old friend had come.


b) Optative sentences (kalimat yang menyatakan harapan, pujian, dsb)

Direct: He said, “God bless you, my dear son “

Indirect: He prayed that God would bless his dear son


Reported Speech - Presentation Transcript
1. REPORTED SPEECH Melaporkan / menceritakan kembali ucapan yang pernah dilakukan oleh orang lain. Type Direct Speech Indirect Speech Remark S+P+O S + Reporting Verb + That + S Present verb1 → Past verb2 Statement Past verb 2 → Past perfect verb3 Julia said, “I need the money for the book” Julia said that she needed the money for the book Past verb 2 → bisa juga tetap Boleh tidak berubah bila kita melaporkan sesuatu yang dirasa masih QW + S + P + O ? S + Reporting Verb + QW + S + To Be Question betul hingga kini atau tidak berubah word esensinya Sheila asked, “Why don’t you come to the party” Sheila asked me why I didn’t come to the party ( To be – not ) P + complement S + Reporting Verb + Not To + Complement Prohibition / Rani told me, “Don’t be late, or you’ll die” Rani told me not to be late, or I’ll die Perubahan kata kerja tidak terjadi Command Andri told Yeyen, “Bring your camera, please!” Andri told Yeyen to bring her camera … Modal Aux + to be … S + Reporting Verb + Whether/If + S + … Request Andi asked me, “Would you like to come” Andi asked me whether/if I would like to come Present verb1 → Past verb2 Past verb 2 → Past perfect verb3 Past verb 2 → bisa juga tetap To be + S + P + O ? S + Reporting Verb + Whether/If + S + … Yes/no Rani asked me, “Do you understand the lesson?” Rani asked me whether/if understood the lesson © Aidia Propitious 1
2. TASK 8. I asked to Andi, “When will you get back from the trip?” 1. The boy said, “I’m only eight years old” ……………………………………………………………………………………………………………. ……………………………………………………………………………………………………………. 9. Brooke asked me, “Why I came late” 2. “I can meet them later”, Henry said ……………………………………………………………………………………………………………. ……………………………………………………………………………………………………………. 10. The doctor said, “Come back again tomorrow” 3. Richard said, “I saw that movie last week” ……………………………………………………………………………………………………………. ……………………………………………………………………………………………………………. 11. She said to me, “Don’t wait for me” ……………………………………………………………………………………………………………. 4. I asked me, “How are you today?” ……………………………………………………………………………………………………………. 12. I said to him, “Don’t call me anymore” ……………………………………………………………………………………………………………. 5. Then he asked, “Does it take longer to go by bus or by train?” 13. I said to the boy, “Put the package inside the door” ……………………………………………………………………………………………………………. ……………………………………………………………………………………………………………. 6. He asked me, “How long have you studied English?” 14. I said to her, “Don’t ever try that medicine” ……………………………………………………………………………………………………………. ……………………………………………………………………………………………………………. 7. Mr. Carter asked me, “Where are you going?” 15. Father asked me,”How do you speak English well?”

Selasa, 15 Maret 2011

Pengertian, Jenis dan Contoh -cntoh Adverbial Clause

Adverbial Clause adalah Clause (anak kalimat) yang berfungsi sebagai Adverb, yakni menerangkan kata kerja.
Adverbial Clause biasanya diklasifikasikan berdasarkan "arti/maksud" dari Conjunction (kata penghubung yang mendahuluinya).
Jenis-jenis Adverbial Clause antara lain:
1. Clause of Time
Clause yang menunjukkan waktu. Biasanya dibuat dengan menggunakan conjunction (kata penghubung) seperti after, before, no sooner, while, as, dll.
Contoh:
• Shut the door before you go out.
• You may begin when(ever) you are ready.
• While he was walking home, he saw an accident.
• By the time I arrive, Alex will have left.
• No sooner had she entered than he gave an order.
2. Clause of Place
Clause yang menunjukkan tempat. Biasanya dibuat dengan menggunakan conjunction seperti where, nowhere, anywhere, wherever, dll.
Contoh:
• They sat down wherever they could find empty seats
• The guard stood where he was positioned.
• Where there is a will, there is a way.
• Where there is poverty, there we find discontent and unrest.
• Go where you like.
3. Clause of Contrast (or Concession)
Clause yang menunjukkan adanya pertentangan antara dua kejadian atau peristiwa yang saling berhubungan. Biasanya dibuat dengan menggunakan conjunction (kata penghubung) seperti although, though, even though, whereas, even if, in spite of, as the time, dll.
Contoh:
• As the time you were sleeping, we were working hard.
• Mary wanted to stop, whereas I wanted to go on.
• Although it is late, we'll stay a little longer.
• He is very friendly, even if he is a clever student.
4. Clause of Manner
Clause yang menunjukkan cars bagaimana suatu pekerjaan dilakukan atau peristiwa terjadi. Biasanya dibuat dengan menggunakan conjunction (kata penghubung) seperti as, how, like, in that, dll.
Contoh:
• He did as I told him.
• You may finish it how you like.
• They may beat us again, like they did in 1978.
5. Clause of Purpose and Result
Clause yang menunjukkan hubungan maksud/tujuan dan hasil. Biasanya dibuat dengan menggunakan kata penghubung seperti (in order) that, so that, in the hope that, to the end that, lest, in case, dll.
Contoh:
• They went to the movie early (in order) to find the best seats.
• She bought a book so (that) she could learn English
• He is saving his money so that he may take a long vacation.
• I am working night and day in the hope that I can finish this book soon.
6. Clause of Cause and Effect
Clause yang menunjukkan hubungan sebab dan akibat. Ada beberapa pola membentuk Clause jenis ini. Perhatikan baik-baik.
Contoh:
• Ryan ran so fast that he broke the previous speed record.
• It was so cold yesterday that I didn't want to swim.
• The soup tastes so good that everyone will ask for more.
• The student had behaved so badly that he was dismissed from the class.
Contoh:
• The Smiths had so many children that they formed their own baseball team.
• I had so few job offers that it wasn't difficult to select one.
Contoh:
• He has invested so much money in the project that he cannot abandon it now.
• The grass received so little water that it turned brown in the heat.
Contoh:
• It was such a hot day that we decided to stay indoors. ATAU It was so hot a day that we decided to stay indoors.
• It was such an interesting book that he couldn't put it down. ATAU It was so interesting a book that he couldn't put it down.
Contoh:
• She has such exceptional abilities that everyone is jealous of her.
• They are such beautiful pictures that everybody will want one.
• Perry has had such bad luck that he's decided not to gamble.
• This is such difficult homework that I will never finish it.
________________________________________
Di samping itu, untuk mengungkapkan hubungan cause and effect (sebab dan akibat) dapat digunakan pola lain, yaitu:
1. Menggunakan Preposition (kata depan) seperti because of, due to, due to the fact that, dll
Contoh:
• Because of the cold weather, we stayed home. (=We stayed home because of the cold weather)
• Due to the cold weather, we stayed home. (=We stayed home due to the cold weather)
• Due to the fact that the weather was cold, we stayed home. (=We stayed home due to the fact that the weather was cold)
2. Menggunakan kata penghubung (conjunction) seperti because, since, now, that, as, as long as, inasmuch as
Contoh:
• Because he was sleepy, he went to bed.
• Since he's not interested in classical music, he decided not to go to the concert.
• As she had nothing in particular to do, she called up a friend and asked her if she wanted to take in a movie.
• Inasmuch as the two government leaders could not reach an agreement, the possibilities for peace are still remote.
3. Menggunakan transition words seperti therefore, consequently.
Contoh:
• Alex failed the test because he didn't study.
• Alex didn't study. Therefore, he failed the test.
• Alex didn't study. Consequently, he failed the test.
________________________________________
Catatan:
________________________________________

Beberapa Adverb Clause dapat diubah menjadi Modifying Phrases dengan cara:
1) Menghilangkan subjek dari dependent Clause dan verb (be).
Contoh:
a. ADVERB CLAUSE : While I was walking to class, I ran into an old friend.
b. MODIFYING PHRASE : While walking to class, I ran into an old friend.
2) Jika dalam Adverb Clause tidak ada be, hilangkanlah subjek dan ubahlah verb dalam Adverb Clause itu menjadi bentuk -ing.
Contoh:
a. ADVERB CLAUSE : Before I left for work, I ate breakfast.
b. MODIFYING PHRASE : Before leaving for work, I ate breakfast.
Adverb Clause dapat diubah menjadi Modifying Phrase jika subjek dari adverb Clause dan subjek dari main Clause sama.
Contoh:
1. DAPAT DIRUBAH
• While I was sitting in class, I fell asleep MENJADI While sitting in class, I fell asleep.
• While Ann was sitting in class, she fell asleep MENJADI While sitting in class, Ann fell asleep.
• Since Mary came to this country, she has made many friends MENJADI Since coming to this country, Mary has made many friends.
2. TIDAK DAPAT DIRUBAH
• While the teacher was lecturing to the class, I fell asleep.
• While we were walking home, a frog hopped across the road in front of us.

7. Clause of Condition
Clause yang menunjukkan adanya persyaratan antara dua kejadian (peristiwa) yang berhubungan. Biasanya dibuat dengan menggunakan conjunctions seperti if, even if, unless, in the even that, or in even that, in case, provided (that), providing (that), on condition that, if only, suppose (that), supposing (that), dll.
Contoh:
• If I see him, I will invite him to the party tomorrow.
• She would forgive her husband everything, if only he would come back to her.
• Suppose (that) your house burns down, do you have enough insurance to cover such a loss.
• In case a robbery occurs in the hotel, the management must be notified at once.
• The company will agree to arbitration on condition (that) the strike is called off at once.
• We should be able to do the job for you quickly, provided (that) you give us all the necessary information.
C. Jenis-Jenis Adverb Clause

1. Adverb Clause of Reanson
Adalah : sebuah anak kalimat yang digunakan untuk menunjukkan sebab atau alasan. Adverb clause of reason di awali dengan konjungsi (penghubungnya) adalah : as/ since/ because/ whereas/ on the ground that.

Example:
- Is I love you, I can do anything for you.
- Since she has a desire to marry, she discontinued her studing.
- I stopped the work because I was tired.
- Whereas I came late, My father punishet me.
- His teacher punishet him on the grand that, he came late.


2. Adverb Clause of Result
Adalah : sebuah anak kalimat yang digunakan untuk menunjukkan hasil perbuatan atau akibat. Adverb clause of result di awali dengan konjungsi so that, so + adjective + that, so + adverb + that, so.

Example:
- Nadhavi was so beautiful that I loved her at first sight.
- He studies so hard that many studienst like him.


3. Adverb Clause of Condition
Adalah : sebuah anak kalimat yang digunakan untuk menunjukkan kondisi. Adverb clause of condition di awali dengan konjungsi if/ unless/ whether/ provided that and so long as.

Example:
- If you help me, I shall be happy.
- Unless you tell her about your love, she won’t know it
- You must do this wheter, you like it or not
- I ean help you provide that you must follow my advice
- So long as you work hard, you have no problem with me

4. Adverb Clause of Contrast

Adverb Clause of Contrast adalah sebuah anak kalimat yang menerangkan bertentangan. Adverb Clause of Contrast diawali dengan konjungsi: although, eventh ough, though, whet eyer, no matter, however much, not with standing that.

Example:
a. I still no money although I worked hard
b. Eventhough hehates me, he lend me the bock
c. Though he is rice, he never give me the money
d. Whatever he has done, he is your father
e. No mather what she sald, I still love her
f. She will never succed however much he may try
g. He was not refreshed not with standing that he had spent 2 weeks leave.

Sumber :http://hamikofebria.blogspot.com/2010/11/adverb-clause.html
http://ismailmidi.com/berita-89-adverb-clause.html